Seorang guru yang sebelum ini mendapat izin menambah anak diarahkan agar melakukan aborsi, menggugurkan kandungannya. Ni setelah ia pindah tempat tugas, di mana sekolah barunya mempunyai undang-undang yang berlainan.
Guru yang sedang hamil itu, Qin Yi dan suaminya Meng Shaoping memiliki anak dengan pasangan terdahulu.
Hal ini menyebabkan pasangan yang baru menikah itu tidak dibenarkan untuk mempunyai keturunan menurut peraturan wilayah Guizhou, kata biro pendidikan serta komisi kesehatan dan keluarga berencana di daerah Libo, Guizhou dalam pernyataan bersama, kemarin.
Menurut edaran yang disebarluaskan, termasuk lewat media massa setempat, disebutkan, Qin yang kini hamil lima bulan, harus menggugurkan kandungannya di penghujung bulan ini sekiranya tidak ingin dipecat dari pekerjaannya.
Menurut pejabat berwenang di sana, pasangan itu sebelumnya memohon agar diperbolehkan untuk mempunyai anak dari pihak berwenang di kota Huangshan, timur wilayah Anhui, tempat dia mendaftarkan kediamannya.
Katanya, pihak berwajib sedang menyelidiki apakah Qin menukar lokasi kediamannya menjadi Anhui awal tahun ini guna mendapatkan izin untuk melahirkan anak tersebut.
Wilayah Anhui membolehkan pasangan keluarga memiliki satu anak lagi sekiranya mereka tidak mempunyai lebih dua anak hasil perkawinan terdahulu.
0 komentar:
Posting Komentar